Pecah

Pandanganmu tidak lagi gelap. Dirimu malah disambut dengan suatu ruangan kelas yang cukup terang, dengan barisan bangku yang berderet rapi. Semua bangku telah terisi oleh siswa-siswi berseragam putih tulang. Para perempuan memakai pita, sedangkan para lelaki mengenakan dasi.

Read more

Advertisements

Cermin yang retak takkan pernah kembali menyatu. Waktu pun enggan dan tidak bersedia untuk memutarbalikkan dirinya.

Laplace

Mentari mulai bersinar cerah di ufuk timur, diam-diam membanggakan keagungannya di hadapan semua makhluk hidup. Aroma tanah sehabis hujan mulai melekat di masing-masing indra penciuman dua insan berbeda yang duduk di atas bangku taman. Mereka dikelilingi oleh rerumputan hijau yang lembut dan beberapa pohon beringin lebat yang berdiri kokoh tidak jauh di belakang mereka. Wajah mereka menghadap cakrawala yang melukiskan langit jingga dan sekelompok burung merpati yang sedang terbang tanpa rasa takut.

Read more

Aquarium

Seluruh jagat raya terasa menekan organ-organ dalamnya ketika perempuan berambut panjang itu membuka kedua matanya. Ia telah berhasil mengumpulkan seluruh nyawanya, tetapi ia benar-benar tidak tahu ia sedang berada di mana. Ia pun memendarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Hanya ada ruangan putih tulang tak bersekat dan ia dihadapkan oleh deretan tangga menuju ke ruang bawah tanah.

Read more

Hujan

Warna cahaya matahari di siang kala itu memudar seiring mobil kami melaju di daerah pinggiran Kota Bandung. Barisan awan kumulonimbus yang terbawa terpaan angin menghalangi mentari, tidak membiarkan satu garis sinarnya memantul pada permukaan bumi. Obrolan kami yang dihiasi tawa renyah pun sempat terhenti, terpana oleh pemandangan sederhana yang nampak di depan kedua mata kami.

Read more

Strength

Udara dingin yang menusuk tulang tidak mampu mengusirku dari bangku taman yang berdiri kokoh di dekat sisi jalan. Cahaya lampu jalanan yang remang tak mampu memandikanku dalam kehangatan. Tanganku merengkuh badanku yang mengigil dengan erat meskipun aku sudah memakai mantel yang cukup tebal. Asap putih yang menguap dalam sekejap keluar dari mulutku dengan teratur. Aku melipat lengan mantelku untuk melirik jam tanganku.

Read more